Breaking
Gatur Pagi di Simpang Tanah Merah, Satlantas Polres Batu Bara Pastikan Arus Jalinsum Lancar dan Aman BATU BARA – Guna mengurai potensi kepadatan lalu lintas di jam sibuk pagi hari serta menjaga keselamatan dan ketertiban pengguna jalan di jalur strategis, personil Pos Lantas Indrapura Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Batu Bara melaksanakan kegiatan pengaturan lalu lintas pagi atau Gatur Pagi, Jumat (31/7/2026). Kegiatan pengaturan ini berlangsung mulai pukul 06.45 WIB hingga selesai, tepat di kawasan Simpang Tanah Merah pada ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum). Lokasi ini merupakan titik pertemuan arus kendaraan yang sangat vital, dilalui oleh berbagai jenis kendaraan mulai dari sepeda motor, mobil penumpang, hingga kendaraan angkutan barang yang menghubungkan wilayah utara dan selatan Pulau Sumatera. Pelaksanaan tugas dipimpin langsung oleh IPDA Junaidi, S.H., didampingi personil Aiptu Fahnal, S.S., Aipda Busdanil, dan Bripka Maju. Seluruh tim telah menempatkan diri di posisi strategis persimpangan untuk mengatur pergerakan kendaraan dari berbagai arah secara bergantian, mencegah penumpukan antrian, serta menghindari potensi konflik arus yang dapat memicu kemacetan maupun kecelakaan. Kehadiran petugas di lokasi juga bertujuan memberikan rasa aman, nyaman, dan kepastian hukum bagi seluruh pengguna jalan, baik warga lokal yang hendak beraktivitas maupun pengendara yang melakukan perjalanan jarak jauh. Berdasarkan pantauan lapangan sepanjang kegiatan berlangsung, upaya pengaturan yang dilakukan berjalan sangat efektif. Arus lalu lintas di Simpang Tanah Merah dan ruas Jalinsum sekitarnya terpantau berjalan lancar, tertib, serta aman tanpa ditemukan gangguan berarti maupun kendala yang menghambat pergerakan kendaraan.   Sumber: Satlantas Polres Batu Bara
July 31, 2026

Wujudkan Kemandirian, Warga Binaan Wanita Lapas Labuhan Ruku Asah Kreativitas Merajut Tas

Batu Bara – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku terus berkomitmen memberikan pembinaan yang bermanfaat bagi warga binaan melalui berbagai program kemandirian. Salah satu kegiatan yang rutin dilaksanakan adalah pembinaan keterampilan merajut tas yang diikuti oleh warga binaan wanita.

Kegiatan ini bertujuan untuk membekali mereka dengan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal hidup setelah selesai menjalani masa pidana.

Dalam pelaksanaannya, warga binaan diajarkan berbagai teknik dasar hingga lanjutan dalam merajut tas menggunakan benang dan perlengkapan khusus.

Dengan penuh ketelitian dan kesabaran, mereka menghasilkan berbagai model tas yang memiliki nilai estetika dan nilai jual. Selain melatih kreativitas, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa percaya diri, disiplin, serta produktivitas selama menjalani pembinaan di dalam lapas.

Kepala Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian merupakan salah satu program prioritas dalam mewujudkan proses pemasyarakatan yang lebih humanis dan berorientasi pada pemberdayaan.

Melalui pelatihan keterampilan seperti merajut tas, diharapkan warga binaan memperoleh keahlian yang dapat menjadi peluang usaha maupun sumber penghasilan setelah kembali ke tengah masyarakat.

Lapas Labuhan Ruku akan terus mengembangkan berbagai program pembinaan kemandirian yang produktif dan berkelanjutan sebagai bentuk komitmen dalam mencetak warga binaan yang mandiri, terampil, serta siap berintegrasi kembali dengan masyarakat.

Diharapkan, hasil karya warga binaan tidak hanya menjadi wujud kreativitas, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi dan meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam menyongsong kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti.

Sumber : Humas Lapas Labuhan Ruku

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *